Diberdayakan oleh Blogger.

Cara Pria Bertahan Setelah Putus

Cara Pria Bertahan Setelah Putus

Sooperboy.com - Putus cinta adalah satu hal terberat bagi laki-laki. Momen itu dapat menyebabkan gejolak jiwa dan rasa sakit setelah mengakhiri hubungan dengan seorang wanita yang Anda cintai. Persoalan siapa yang memutus hubungan itu terlebih dahulu tidaklah penting. Yang pasti Anda tetap merasakan gejolak emosi selama beberapa minggu atau beberapa bulan setelah putus.

Menjalani hidup setelah putus hubungan adalah waktu yang sulit bagi setiap manusia, tak terkecuali bagi laki-laki. Secara umum, pria lebih segan untuk mengakui apalagi mendiskusikannya. Padahal penderitaan itu nyata. Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa putus mungkin lebih banyak mempengaruhi laki-laki ketimbang perempuan.

Sekarang, setidaknya ada seratus "rasa' setelah putus. Menurut Prime Magazine, Jumat 12 Agustus 2016, adalah sulit untuk menulis panduan yang mencakup semua rasa itu. Tetapi kiat di bawah ini setidaknya dapat membantu Anda bertahan melewati hari-hari gelap setelah putus sampai Anda melihat sebuah cahaya di ujung terowongan:

Rasakan perasaan itu
Secara tadisional, laki-laki dianjurkan menunjukkan emosinya secara spontan dari usia dini. Kalimat seperti "Jadilah seorang pria" dimaksudkan agar Anda menunjukan emosi Anda. Tapi bagaimana jika emosi begitu membanjir dan dengan cepat menguasai naluri itu? Tidak ada. Hanya saja, jalani saja. Mungkin akan merasa menyebalkan untuk sementara waktu. Ini memang tidak akan menyenangkan, dan Anda mungkin tidak merasa seperti Anda biasanya, tapi akuilah apa yang Anda rasakan dan biarkan diri Anda merasakan perasaan itu.

Majalah Scientific American baru-baru ini menulis tentang studi Rutger University yang menggunakan teknologi neuro-imaging untuk melihat apa yang terjadi pada otak manusia ketika mengalami penolakan. Para peserta penelitian ditunjukkan gambar otak mereka yang baru putus. Lewat MRI, peneliti melihat otak mereka "menunjukan aktivitas otak meningkat di bebarapa daerah terkait dengan penghargaan, motivasi, kecanduan dan gangguan obsesif-kompulsif, yang menjelaskan mengapa Anda harus berjuang untuk terus berjalan setelah sebuah hubungan romantis berakhir."

Meskipun tergoda, jangan tenggelamkan kesedihan Anda ke alkohol dan narkoba, termasuk mengalihkannya sehingga Anda menjadi lebih gila kerja. Ini adalah gangguan sementara. Dengan menolak mengakui fakta itu, Anda hanya akan menunda rasa sakit dan memperlama proses penyembuhan.

Jangan coba menangkan hati dia kembali
Banyak pria terilusi dalam fantasi emosional melakukan sebuah tindakan romantis yang hebat. Misalnya membayangkan Anda mendatangi jendela kamarnya dengan diterangi lilin untuk menujukkan kesalahan dia dengan harapan dia kembali pada Anda. Itu hanya menjatuhkan Anda untuk kedua kalinya. Jangan lakukan itu. Pria, kita sudah didustai. Selama beberapa dekade alur film romantis telah salah mengajarkan kita putus adalah gestur untuk kembali dalam hubungan lebih romantis.  Tapi ini kehidupan nyata, bukan film. Jika Anda mencintai hidup Anda, jangan lakukan itu. Sudah pasti tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk memaksa seseorang wanita mencintai Anda. Anda tidak akan mengelabui dia atau menggunakan rasa bersalahnya, maka sebaiknya jangan mencoba mendapatkan dia kembali.

Hindari pertemanan dengan teman mantan
Setelah putus masalah lain yang muncul adalah soal teman bersama. Beberapa pria masih bisa berteman dengan teman-teman mantannya, dan sebagian juga tidak.  Bagi sebagian dari kita, teman bersama dibangun dari sebuah hubungan panjang. Bila kita berteman dengan teman eks mantan, mereka pasti akan terlihat aslinya dengan lebih berpihak pada mantan. Memang ini pilihan pahit. Tapi sebaiknya jauhi juga teman-teman mantan bila Anda tak mau jadi tawanan perang masa lalu.

Jangan mengisolasi diri, tetaplah produktif
Untuk sementara waktu mungkin yang Anda ingin lakukan hanyalah tidur dan duduk-duduk seorang diri seraya bermuram durja. Tapi lawanlah dorongan itu. Gunakan setiap waktu sebagai saat yang tepat untuk membentuk diri Anda menjadi lebih baik. Anda bisa mengenyahkan kebiasaan buruk itu dengan cara mencari hobi baru. Pilih yang anda sukai yang dulu mungkin tak sempat Anda lakukan. Bila tak ada ide, cobalah pergi ke toko peralatan seni dan berkeliaranlah untuk mencari beberapa inspirasi. Anda mungkin bisa menggunakan kanvas dan cat atau membuat patung tanah liat. Membuat karya seni dan menciptakan sesutau dengan tangan Anda bisa jadi penyibuk yang indah, sekaligus juga terapi. Itu juga akan membuat Anda memfokuskan energi.

Mungkin juga Anda bisa menggunakan waktu setelah putus untuk latihan di gym atau belajar memperbaiki sepeda motor. Apa pun yang Anda pilih, tumpahkan gairah bahwa emosi sedih yang Anda alami setelah putus telah berubah menjadi sebuah ciptaan yang Anda bisa banggakan.  Ketika kabut gelap masa setelah putus telah berlalu, ciptaan Anda itu akan menjadi artefak pribadi yang melambangkan penolakan Anda untuk menyerah pada kesedihan dan depresi.

Bergembiralah sebagai singel
Pada titik tertentu setelah putus, akan terjadi transisi emosional dari kesengsaraan ke rasa bebas untuk menjadi sedikit lebih egois. Ingat, saat menjalin hubungan Anda tak bisa bersikap egois karena hubungan itu membutuhkan pengorbanan kedua pasangan untuk menjaga harmoni. Setelah putus, Anda bisa jadi lebih egois. Misalnya bermain game sepanjang hari Sabtu tanpa gangguan dari dia.

Namun tak satu pun kegiatan ini harus dilakukan dengan cara dendam. Ini semua tentang menikmati kebebasan baru sebagai laki-laki singel.  Jadi sadarilah inilah waktu kebebasan Anda. Anda memiliki kemampuan dan waktu luang untuk melakukan apa saja yang membuat Anda bahagia.

Menjadi lelaki sejati
Mungkin ekspresi tertinggi dari kebebasan baru yang tunggal adalah tujuan lelaki sejati. Pria memang berbeda, sehingga rincian apa yang membuat Anda menjadi pria sejati tergantung Anda sendiri.  Tapi bagian indahnya, Anda tidak lagi punya orang yang ikut mempertimbangkan rencana Anda. Sekarang Anda bisa bebas menentukan sendiri membuat rute perjalanan apapun yang Anda inginkan.  Misalnya memesan kamar hotel di luar kota untuk beberapa malam seraya berencana menghabiskan waktu di jalan. Lelaki sejati bukan seorang hedonis. Lihatlah beberapa pemandangan, makanlah beberapa menu lezat, bercukurlah di barber shop setempat, pergilah mendaki gunung, mengobrollah dengan beberapa penduduk, dan buatlah beberapa foto baru.  Mengambil beberapa waktu untuk menyendiri dapat membantu Anda menemukan jati diri Anda. Dan, mengingatkan Anda bahwa mantan Anda masih ada di sana dan hubungan itu sudah berakhir.

Berpisah dengan seseorang setelah menghabiskan waktu bersama cukup lama, memang adalah transisi besar dalam hidup. Jika Anda merasa sakit sekarang, jangan lupakan fakta bahwa Anda masihlah tetap diri Anda sendiri. Lewat jalur ini, Anda akan tetap bertahan, bahkan menjadi lebih kuat. Ini tak hanya memungkinkan Anda mengatasi perasaan hati yang memburuk setelah putus, tetapi juga mengembangkan diri untuk sebuah kehidupan baru. (eha)